Pandangan Islam Terhadap Berita Hoax
PANDANGAN ISLAM TERHADAP BERITA HOAX
Assalamu’alaykum Warrohmatullohi Wabarokatuhu
Mukaddimah
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. Al Hujurat Ayat 6)
Segala puja dan puji syukur kita haturkan kepada Allohu Subhana Wa Ta’ala, Robb pemilik dan pemelihara alam semesta. Sholawat serta salam kita persembahkan kepada Nabi Muhammad Sholallohi Alaihi Wassalam selaku pembawa risalah terakhir.
Seiring dengan berkembangnya kemajuan tekhnologi khususnya dalam komunikasi di era digital ini, maka berkembang pula berita berita yang tidak jelas sumbernya atau yang lebih populer di sebut berita Hoax. Tidak sedikit Ummat Islam yang terjerumus dalam berita hoax tersebut. Padahal 14 Abad yang lalu Alloh telah memberi sinyal tentang berita hoax dengan cara Tabayyun (cek dan ricek/meneliti) terhadap suatu berita sebagaimana yang telah saya sampaikan dalam mukaddimah di atas.
Pengertian Hoax
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Hoax adalah berita bohong, berita tidak bersumber.
Sedangkan menurut Silverman, Hoax adalah merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, tetapi “dijual” sebagai kebenaran. Hoaks bukan sekadar misleading alias menyesatkan, informasi dalam fake news juga tidak memiliki landasan faktual, tetapi disajikan seolah-olah sebagai serangkaian fakta .
Dari dua pengertian tersebut maka dapat kita uraikan beberapa instrument (alat) sebagai penunjang hoax tersebut tersebar, sebagai berikut :
Satire atau Parodi
Satire atau Parodi,dibuat dengan tidak berniat untuk merugikan, tetapi berpotensi untuk mengelabui. Satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.
Konten menyesatkan
Konten yang menyesatkan atau misleading content, di dalamnya biasanya ada penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu. Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
Konten tiruan
Konten tiruan atau Imposter content adalah ketika sebuah sumber asli ditiru atau diubah untuk mengaburkan fakta sebenarnya. Konten palsu ini juga bisa berbentuk konten tiruan dengan cara mendompleng ketenaran suatu pihak atau lembaga.
Konten Palsu
Konten palsu berupa konten baru yang 100% salah dan secara sengaja dibuat, didesain untuk menipu serta merugikan.
Keterkaitan yang Salah
Keterkaitan yang Salah, atau False connection Ini adalah ketika judul, gambar, atau keterangan tidak mendukung konten atau tidak terikat antara satu dengan yang lainnya. Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.
Konten yang Salah
Konten yang Salah atau False context, ketika konten yang asli dipadankan atau dikait-kaitkan dengan konteks informasi yang salah.
Konten yang Dimanipulasi
Konten yang Dimanipulasi atau Manipulated content ketika informasi atau gambar yang asli sengaja dimanipulasi untuk menipu. Secara sederhana, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.
Dalil - dalil atau landasan hukum Islam terhadap Hoax
Berikut saya sampaikan beberapa dalil/landasan hukum tentang hoax baik dari Al Qur’an maupun Hadits Shahih
1.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. Al Hujurat Ayat 6)
2. إِنَّمَا يَفْتَرِى ٱلْكَذِبَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰذِبُونَ
Artinya: Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. (QS An-Nahl ayat 105)
3.وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
Artinya: “sungguh telah kami uji orang-orang sebelum mereka, agar Allah mengetahui orang yang jujur dan mengetahui orang yang dusta” (QS. Al Ankabut: 3).
4.وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
Artinya: “Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta (bohong) agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.” (HR Abu Dawud)
5. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ
Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga
Kesimpulan
Setelah kita mendapatkan pengetahuan baik dari Al Qur’an maupun Hadits Shahih, kita Ummat Islam sebaiknya menghindari dari berbuat bohong dan menghindari dari menyebarkan berita bohong (hoax) karena akan menimbulkan dampak negative baik dalam kehidupan agama, negara maupun kehidupan sosial. Beberapa dampak yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
a. Merugikan masyarakat, karena berita-berita hoak berisi kebohongandan fitnah yang sangat besar
b. Memecah belah publik, baik mengatas namakan kepentingan olitik mapun organisasi agama tertentu.
c. Mempengaruhi opini Publik, hoax akan menjdi profokator untuk memundurkan masyarakat.
d. Berita-berita hoax sengaja dibuat untuk kepentingan salah satu pihak, sehingga bisa mengakibatkan adu domba sesama umat. Dengan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan
Demikian yang dapat saya sampaikan untuk di pahami semestinya. Jika banyak kesalahan kata, kalimat dan tata bahasa yang kurang di mengerti harap di maklum karena saya masih dalam proses belajar.
Billahi Taufiq Wal Hidayah……Wassalamu’alaikum Warrohmatullohi Wabarokatuhu
Komentar
Posting Komentar